Alumni Al Muhibbin Punya Ciri Khas Ahli Managemen

Jombang 17 Mei 2026, beberapa mantan lurah pondok dan lurah aktif berdiskusi dengan pengasuh KH Mohammad Idris Djamaluddin di ndalem Al Muhibbin membahas idealnya sebuah pesantren saat ini dan dikomparasikan dengan fakta lapangan yang ada.

Mulai dari berita-berita negative pesantren yang selalu muncul ketika waktu pendaftaran santri, hingga keinginan orang tua dalam memilih pesantren, tak luput dari bahan diskusi.

Diskusi yang dimulai pukul 19.00 WIB sampai 23.00 WIB dihadiri oleh Pengasuh, bapak M Badrussalam, H Miftahul Ulum, M Nur Fadlan Toyib, Moch Nurcholis, Ahmad fauzi Darmawan, Amin Febrianto dan bapak Bahrul Ulum.

Saat kami menanyakan output atau lulusan pondok Al Muhibbin itu bisa apa? sebab ada pondok yang membranding lulusannya dengan ahli baca kitab, tahfidzul qur’an, ahli IT, mudah mencari lapangan kerja, mudah melanjutkan sekolah di luar negeri dan lain sebagainya. Beliau KH Mohammad Idris menjawab “lulusan Al-Muhibbin harusnya ahli managemen, saya mengajari santri-santri untuk problem solving saat di pondok”.

Jika kita rasakan sebagai alumni, memang benar ketika kita belum lulus sekolah saja pengasuh dengan berani memberikan amanat kepada santri-santri senior untuk menjadi pengurus dan menyelesaikan masalah-masalah santri sehari-hari.

Beliau tidak mencari tenaga ahli professional dari luar pesantren untuk mengatur pondok, melainkan menggali potensi-potensi santri untuk menjalankan pesantren dan menyelesaikan masalah-masalahnya.

Semoga pengajaran beliau kepada kita selama di pesantren dapat menjadi modal untuk berjuang dan berhidmah di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *